Cerita Sex Threesome Aku, Siska dan Lidya

Welcome To The ITIL
Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex ABG, Cerita Sex Remaja, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Bokep Terbaru, Cerita Model Seksi, Bacaan Porno Terlengkap. Baca Kisah Sex berikut ini "Cerita Sex Threesome Aku, Siska dan Lidya".

Aku adalah seorang mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi swasta di Semarang. Pada saat aku SMU, aku dikenal dengan panggilan “Plasnet” (Playboy Sexy &necis), memang sih kata cewek-cewek atau mantan-mantan pacarku, saya tipe cowok yang romantis, dengan body seksi dan atletis.


Pada waktu aku kelas 3 SMU menjelang Ebtanas, aku belajar bersama teman wanita yang bernama Siska dan Lidya, ketika itu aku berlajar bersama, dan tidak sedikit pun aku berpikir untuk bermacam-macam dengan mereka berdua.

Memang sih banyak cowok-cowok yang “sirik” padaku, karena aku bisa dekat dengan mereka berdua, yang termasuk seleb di sekolah di kotaku, yang penting itu sekolah swasta terkenal di Jakarta. Pada waktu itu acara belajar itu dilakukan oleh kami bertiga di rumah Siska. Pada waktu itu jam menunjukkan sekitar pukul 18:00, ketika aku sedang dalam perjalanan menuju rumah Siska.

Hujan turun deras sekali, dan mengakibatkan aku terpaksa berhenti untuk menunggu hujan tersebut (maklum ketika itu aku memakai motor). Tapi apa boleh buat, karena aku sudah mempunyai janji dengan mereka berdua untuk belajar bersama, yah.. aku berani berkorban meski hujan itu belum reda.

Dan akhirnya aku pun sampai di rumah Siska dengan basah kuyup. Tiba-tiba Siska keluar dari rumahnya karena mendengar suara motorku, maklum ketika itu aku memakai motor Ninja yang cukup berisik untuk didengar. Tiba-tiba pun Siska menghampiriku untuk membukakan pagar, agaraku bisa masuk, dan secara otomatis Siska pun menjadi basah kuyup, dan terlihatlah olehku pemandangan yang menggiurkan.

BH-nya yang terlihat jelas olehku, dan kuperkirakan ukurannya cukup besar (36B) dan dia waktu itu memakai BH berwarna hitam, jadi terlihat jelas olehku. Setelah itu aku pun masuk ke rumahnya, dan permisi ke Siska untuk ke toilet untuk membersihkan badanku akibat hujan tadi. Ketika aku mandi terdengar Siska mengetuk pintu dan memanggilku untuk memberikan handuk, aku pun membuka pintu dan mengambil handuk tersebut.

Setelah selesai mandi aku keluar dengan hanya memakai handuk saja. Aku mencari Siska untuk meminjam pakaian kakaknya yang kebetulan sedang di luar kota. Aku melihat-lihat rumahnya, dan kurasakan tidak ada satu orang pun di rumahnya. Cuek saja, aku pikir. Dan aku pun dikagetkan oleh suara seseorang yang memanggilku, ketika kulihat, dia adalah Lidya, yang entah kapan datangnya. Kemudian dia memberikan baju kepadaku, aku sempat kaget dibuatnya, karena aku tidak tahu dia kapan datangnya.
Aku pun kembali ke kamar mandi untuk memakai baju ini. Dan ketika aku sedang ganti baju, tiba-tiba Siska masuk, dan terkejut sekali karena menduga aku sudah tidak ada di dalam (maklum pintu kamar mandi lupa saya kunci). Siska berkata dengan wajah panik, “Sorry yah Son,” dan dia langsung beranjak keluar dan aku pun melanjutkan memakai pakaian itu.

Setelah selesai, aku pun beranjak dari situ. Aku keluar ke arah ruang tamu dan melihat mereka sedang bersiap-siap untuk memulai belajar bersama. Aku sempat melihat wajah Siska yang sedikit canggung. Setelah itu aku duduk dan mengeluarkan buku yang telah kubawa. Setelah beberapalama belajar, entah apa yang merasuki otakku ini sehingga membuat si “Otong” berdiri.

Pada saat itu Siska minta maaf padaku atas kejadian tadi, dan dengan berbisik dia agar tidak memberitahu pada siapapun juga, aku pun mengiyakannya. Ketika itu Lidya mengajak untuk menonton VCD yang baru dipinjamnya untuk melepas suntuk dalam belajar, dan kami pun menuju kamar Siska. Kami bertiga pun mulai menonton film tersebut.

Setelah beberapa lama kami menonton, terlihatlah suatu adegan yang “hot”, kami betiga hanya diam saja, sambil berpandang-pandangan. Aku melihat Lidya yang sudah mulai kegelisahan, mungkin karena melihat adegan tersebut, dan terlihat Siska yang dari tadi diam saja, tetapi dia seperti mulai terangsang oleh adegan tersebut
Aku pun melirik ke arah Siska, dan tanpa dia sadari dia mengusap-ngusap ke arah kemaluannya, dan sedikit-sedikit berdesah kecil, “Sshh.. ahh..” hal ini membuat si “Otong” beranjak dari tempatnya. Timbul hatiku untuk mengerjai mereka berdua. Aku menggeserkan posisi dudukku ini untuk mendekatkan ke mereka berdua. Aku pun memberanikan diri untuk mengelus-elus pahanya yang montok dan putih mulus itu. Dia pun hanya diam saja, seakan akan menikmati elusan itu.

Lidya melihat dan ikut terangsang juga, ketika itu Lidya nekad untuk mendekat padaku, dan tiba-tiba dia mengecup bibirku dengan hangat, dan aku pun membalas dengan manis ciumannya. Ciumannya yang sangat lembut itu membuatku semakin membabi buta. Aku pun meremas dada Lidya yang masih terbungkus oleh BH, dan Lidya pun sangat menikmatinya. Tiba-tiba aku mendengar desahan dari Siska, “Ssshh.. ahh.. puaskan aku malam ini, Son.. pleassee, aku udah nggak tahannich.”

Aku menyuruh mereka membuka pakaiannya satu persatu. Mereka pun dengan cepat membuka pakaiannya. Lalu Lidya melucuti pakaianku, dan ketika membuka celanaku mereka terbelalak, karena melihat punyaku itu yang cukup besar (19 cm). Dengan cepat Siska melahap penisku yang sudah tegang dari tadi. Saat Siska melahap penisku itu, aku terus menjilati puting susu Lidya yang sudah mulai mengeras, dan Lidya menggelinjang keenakan. Saat itu aku menyuruh Lidya untuk terlentang di ranjang, kini aku mulai menjilati kemaluannya yang sudah mengeluarkan bau yang harum dari kemaluannya.

Aku terus menjilatinya dengan buas, dengan sedikit-sedikit aku mengocok-ngocok dengan jariku, dan dia pun menikmatinya. Dia menyuruhku untuk memasukkannya ke vaginanya, “Ayo Sonn, masukin dong itunya, aku udah nggak sabaran nunggunya,” aku berkata, “Iya sayang, sabar yah..” tiba-tiba Siska melepaskan kemaluanku itu dari dalam mulutnya dan membimbing batanganku itu masuk ke dalam liang milik Lidya yang sudah basah sejak tadi.

“Bless.. bless.. bless” batanganku pun masuk setengahnya, dan aku menggoyangkan maju-mundur secara perlahan-lahan dengan bantuan Siska yang terus memelukku dan menciumku itu. Tiba-tiba Lidya menjerit kesakitan karena batang kemaluanku itu terlalu besar untuk masuk ke dalam liang senggama miliknya. Aku terus berusaha, dan akhirnya batangku itu pun berhasil amblas semuanya di dalam, dan terasa olehku cairan hangat yang keluar dari kemaluan Lidya.“Ahh.. ahh.. ah.. Lidya..”

Setalah 20 menit aku melakukannya bersama Lidya, sekarang giliran Siska yang sudah tak tahan dengan horny-nya itu. Aku pun mulai memasukkan ke liang Siska yang sangat menggoda itu, “Bless.. bless..” amblaslah sudah batanganku itu di dalamnya. “Ah ah ah..” desahnya. Aku merasakan dia sudah akan orgasme, tapi memang benar dia mendesah, “Sonn.. aa.. kuu maa.. uu.. keeluarr..” Lalu aku berkata, “Tahan yah say.. bentar lagi, aku pun mau keluar nich..” Dan setelah beberapa lama dia pun orgasme, dan mengeluarkan cairan hangat yang terasa olehku.

Segera setalah itu aku pun mempercepat goyanganku itu dan.. Ku cabut kontolku dari Memek Siska dan “Creett.. croott.. creett..” aku memuntahkan seluruh maniku itu di mulut Siska dan Lidya. Mereka berdua sangat menikmatinya. Kami bertiga pun terkulai lemas di tempat tidur.

Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Penuh Nafsu, Cerita Perselingkuhan, Cerita Sex Remaja, erita Ngentot Tante, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Pemerkosaan Gadis SPG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Dibawah Umur, Cerita Mesum Orang Pacaran.
Welcome to the Official ITIL